Minggu, 02 Desember 2018

Perkembangan Pertanian Sayuran Di Indonesia Timur Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat (Merlin Amanda Sanoi - 522016062)

Perkembangan Pertanian Sayuran Di Indonesia Timur
Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat
(Merlin Amanda Sanoi - 522016062)

Sejauh yang kita ketahui perkembangan pertanian di indonesia telah berkembang dengan luas ke seluruh indonesia.  Dapat diambil contoh pulau jawa tengah pertanian disana sudah cukup berkembang dengan pesat. Walaupun sebagian petani belum semua bisa mengembangkan budidaya mereka namun lahan pertanian disana masih telah dipakai untuk bertani.
Perkembangan pertanian di indonesia lebih berkembang di pulau jawa, pulau kalimantan dan  lainnya terkecuali indonesia timur atau Pulau Papua. Pulau Papua hanya sebagian daerah saja yang telah dalam proses membuka luas lahan pertanian untuk bertanam. Salah dua dari daerah di papua yang telah berkembang pertaniannya yaitu, Merauke dan Manokwari.
Perkembangan Pertanian sudah sangatlah lama ada namun tidak semua orang mengetahuinya.
  Merauke telah membukan lahan untuk menanam padi. Sedangkan Manokwari memiliki perkebunan sawit, perkebunan vanili dan di Manokwari Selatan memiliki perkebunan bawang daun dan Padi Oransbari.  Selain di atas,  Manokwari juga dikenal sebagai kota buah-buahan dan sayur-sayuran untuk pulau Papua. Letak daerah buah-buahan di area kampus Universitas Papua (UNIPA).  Sedangkan Sayur-mayur dikembang oleh setiap petani disana.
  Manokwari merupakan penghasil sayuran utama di provinsi papua barat selain Kabupaten Sorong. Hampir sebagian besar dihasilkan di manokwari, misalnya bawang putih, kentang dan wortel. Terdapat 21 jenis tanaman yang dibudidayakan oleh petani di kabupaten manokwari dengan luas panen tanaman mencapai 1.163 hektar dan produksi mencapai 5.310 ton dan rata-rata produktivitas sebesar 3,55 ton/hektar. Produktivitas tertinggi adalah tanaman kacang panjang sebanyak 13,75 ton/hektar.
Tanaman sayuran di Kabupaten Manokwari secara umum masih dibudidayakan secara tradisional. Ratarata kepemilikan lahan petani adalah kurang dari 1 Ha. Petani memiliki peran sentral dalam rantai nilai sayuran, yang menjalankan hampir semua kegiatan di lahan budidaya (on farm), mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga pemanenan. Namun petani belum memiliki kekuatan dalam menentukan harga jual. Pasar untuk sayuran dari Manokwari didominasi oleh pasar lokal.
Pasokan sayuran dari sentra-sentra produksi di Kabupaten Manokwari sampai saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, sehingga terpaksa masih harus mendatangkan sayuran dari daerah lain (seperti Manado), yang ironisnya harganya lebih murah dari hasil sayuran dari Manokwari. Pasar lokal masih sangat terbuka, sehingga belum perlu untuk memperluas pasar ke luar daerah.
 Berikut Tabel luas area dan produksi tanaman sayuran di Kabupaten Manokwari tahun 2011 dan kontribusinya yerhadap total produksi tanaman sayuran provinsi Papua Barat (termasuk melon dan semangka).
No
Komoditas
Luas Panen (Ha)
Produksi setahun(Ton)
Rata-rata produksi (Ton.Ha)
Kontribusi produksi untuk produksi Papua Barat(%)
1
Bawang Merah
25
21
0,84
19,81
2
Bawang Putih
5
3
0,64
100
3
Bawang Daun
87
345
3,97
61,83
4
Kentang
78
170
2,18
100
5
Kubis
21
54
2,58
17,42
6
Kembang Kol
8
21
2,66
31,34
7
Petsai/Sawi
85
117
1,37
6,75
8
Wortel
14
25
1,76
100
9
Kacang Merah
3
5
1,50
25
10
Kacang Panjang
105
1.443
13,75
26,59

Pada tabel diatas hanya menampilkan 10 dari 21 tanaman yang dihasilkan kabupaten manokwari. Dapat dilihat hasil produksi yang paling tinggi berada pada tanaman kacang panjang dengan luas lahan 105 m2, produksi selama satu tahun 1.443 ton, rata-rata produksi 13,75 Ton/Ha dan kontribusi kacang panjang untuk produksi Papua Barat sebesar 26.59%.

Selain di manokwari kota ada juga perkebunan sayur di Pegunungan Arfak. Di pegunungan arfak sendiri merupakan pegunungan yang tinggi sehingga suhu disana sangat dingin dengan suhu berkisar 15 ºC pada siang hari dan 9ºC malam hari. Jenis sayuran yang ditanam di pegunungan arfak anggi ini adalah kentang, wortel, seledri dan bawang daun. Untuk penggunaan pupuk dalam proses budidaya disana hanya menggunakan pupuk dari seresah daun. Petani yang bekerja disana adalah penduduk asli pegunungan arfak sehingga budidaya disana masih sangat tradisional.   Kesuburan sayuran disana sangan bagus dikarenakan tanah disana belum tersentuh pupuk atau pestisida kimia sintesis sama sekali. Hal ini lah yang membuat suatu keunggulan disana. Perkebunan arfak sendiri merupakan salah satu pemasok sayuran untuk provinsi papua barat.

 

Rumah tradisional suku arfak ‘ Rumah Kaki Seribu’ yang berada di sekitar
perkebunan bawang daun.
Salah satu wisata yang menjadi sorotn paling banyak bagi setiap wisatawan adalah rumah kaki seribu. Adanya rumah kaki seribu ini juga bertjuan untuk menarik pembeli untuk hasil pertanian sayur-mayur di pegunungan arfak.
Hasil produksi perkubunan pegunungan arfak sejauh ini kentang, wortel, seledri dan bawang daun dipasarkan ke pasar di Manokwari Selatan (Ransiki) dan juga Manokwari Kota pasar wosi dan pasar sanggeng. Selain ke pasar, pembeli pun biasanya langsung beli di tempat.
Untuk Harga jual Bawang Daun di tempat 1 kg seharga Rp 10.000/kg sedangkan untuk harga jual dipasar Manokwari selatan (Ransiki) Rp 12.000/kg dan Manokwari kota Rp 12.000/kg sampai Rp 14.000/kg.
Untuk harga jual Rp 13.000/kg di tempat dan ke pasar Rp 15.000/kg sampai Rp 20.000/kg.  Sedang kan Wortel Rp 10.000/kg ditempat dan pasar Rp 13.000; sampai Rp15.000/kg. Untuk Seledri beli ditempat Rp 5.000/kg dan pasar Rp 8.000/kg sampai Rp 13.000/kg.
  Selain dijual terkadang setiap pengunjung yang ke pegunungan arfak berwisata disana hanya dikasih saja.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertanian di indonesia timur khususnya papua barat manokwari sudah hampir berkekmbang dengan baik hanya kurang perluasan pasar mereka saja.

Referensi

ILO – PCdP2 UNDP “Program Pembangunan berbasis Masyarakat Fase II: Implementasi Institusionalisasi Pembangunan Mata Pencaharian yang Lestari untuk Masyarakat Papua”
Alasan Penulisan Artiel dapat klik disini

0 komentar:

Posting Komentar